Keuangan Praktis Keluarga

23 Jul 2011

Mempersiapkan masa depan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Salah satu diantaranya adalah bagaimana mengajarkan pada anak mengelola keuangan, karena dari orang tua-lah anak biasanya mempelajari perilaku dan kebiasaan dalam mengatur keuangan, jadi jangan lupa untuk membekali anak-anak Anda pendidikan keuangan sederhana, sehingga mereka bisa lebih siap mehadapi masa depan.

Jika anak Anda sudah sekolah, berarti Anda tahu betapa pentingnya sekolah bagi masa depan mereka. Sayangnya, seringkali orangtua lebih sibuk memilihkan mana sekolah yang terbaik bagi anak-anaknya, dan melupakan apa yang sebaiknya dimiliki anak agar berhasil dalam karier serta keuangannya kelak. Padahal, kualitas sekolah bukan hal utama yang menentukan masa depan mereka, melainkan pola pikir mereka dalam menghadapi kehidupan ini. Pola pikir mereka akan terbangun lewat pendikikan, bukan hanya yang didapat dari sekolah, tetapi juga orangtua dan lingkungannya. Berkaitan dengan masa depan karier dan keuangannya, sebagai orangtua Anda bisa mulai memberikan pendidikan keuangan praktis kepada anak-anak sejak dini, sekitar 3 -5 tahun atau mulai sekolah. Karena perilaku seseorang terhadap uang dipengaruhi oleh apa yang diajarkan orang tuanya sejak ia masih kecil. Seseorang yang boros, mungkin saja karena sejak kecil tidak pernah diberikan uang jajan yang cukup oleh orang tuanya. Begitu pun sebaliknya. Jadi, hati-hatilah terhadap apa yang Anda ajarkan kepada anak tentang uang, karena pasti akan berpengaruh pada dirinya kelak ketika ia dewasa. Pendidikan keuangan yang diajarkan kepada anak-anak tentu saja tidak mungkin yang sulit atau yang rumit, tetapi cukup yang sederhana saja, dan bisa diperaktekan dalam keseharian mereka. Lalu, bagaimana cara mengajarkan pendidikan keuangan sederhana kepada anak-anak?

1. KENALKAN PADA UANG

Pertama-tama, Anda harus mengenalkan anak-anak Anda dengan uang. Awali dengan membiarkan mereka memegang uang, misalnya dengan menyuruh mereka membayar barang-barang yang dibeli ketika belanja. Tentu saja dengan pengawasan ketat dari Anda. Dengan begitu, mereka perlahan akan mengerti bahwa benda yang mereka pegang memiliki nilai berharga.

2. AJARKAN NILAI UANG

Mejarkan nilai mata uang ini sangat berguna agar mereka tahu uang adalah sebuah benda yang sangat berharga untuk pembayaran dan didapat lewat cara yang tidak mudah. Beritahu juga mengenai pekerjaan Anda dan bagaimana uang itu didapatkan, sehingga mereka tidak terbiasa menganggap uang dapat mereka peroleh dengan mudah lewat Anda sebagai orangtuanya. Dengan begitu pula, mereka akan menghargai nilai uang, orangtuanya, dan bekerja keras untuk mendapatkan uang.

3. ATUR JUMLAH UANG SAKUNYA

Jika anak Anda memiliki pengasuh, mungkin uang saku mereka bisa ditipkan kepada pengasuhnya, sehingga dialah yang bisa mengatur uang saku anak Anda. Namun ketika mereka tidak memiliki pengasuh atau sudah besar, mau tidak mau mereka harus mengatur uang saku mereka sendiri. Selain membiasakan mereka untuk madiri, mereka juga harus mulai bisa bertanggungjawab dengan keuangan mereka, berilah secara bertahap, misalnya, ketika SD uang saku deberikan secara harian, SMP dan SMA diberikan secara mingguan, dan ketika kulian diberikan bulanan.

4. AJARKAN MEMBUAT CATAN ANGGARAN

Mengatur uang bagi anak-anak tentu tidak mudah, karena itu ajarkanlah mereka membuat pembukuan keuangan sederhana. Ajarkan dari mulai yang paling praktis, yaitu Pemasukan dan Pengeluaran, Tentu saja, Anda sendiri juga harus membiasakan diri terlebih dahulu untuk memulai hal ini, karena anak biasanya mencontoh kebiasaan atau kegiatan orangtuanya. Selain mencatat pemasukan dan pengeluaran, biasakan juga kepada mereka untuk mencatat barang-barang yang akan dibeli, sehingga bisa terhindar dari membeli barang-barang yang tidak perlu dan kebiasaan boros.

5. AJARKAN UNTUK TIDAK BOROS

Biasanya anak-anak tahu manfaat uang hanya untuk dibelanjakan. Namun sebagai orangtua, Anda bisa mulai mengajarkan kepada mereka tidak semua barang didepan mata bisa dibeli. Ajarkan kepada mereka untuk bisa membedakan mana barang yang perlu dibeli dan mana yang tidak. Cara belanja bijak seperti ini akan membuat mereka terhindar dari sifat boros.

6. AJARKAN UNTUK BISA MENYIMPAN UANG

Biasakanlah kepada anak-anak untuk tidak menghabiskan semua uangnya untuk jajan atau belanja sehingga sisanya bisa disisihkan untuk ditabung. Uang mereka dapat ditabung dalam celengan atau dititipkan kepada orangtua. Ajarkan juga cara mencatat berapa jumlah uang yang mereka tabungkan. Jelaskan bahwa tabungan sangat berguna bagi mereka, terutama jika ada keperluan darurat. Jika mereka sudah mulai terbiasa, Anda juga bisa mengajarkan kepada mereka untuk menyisihkan sebahagian uangnya untuk ditabung dahulu, baru setelah itu sisanya bisa mereka gunakan berbagai keperluan.

100000-kertas

Biasakan juga untuk mengajak mereka ke bank agar mereka kenal tentang bank, cara menabung di bank serta manfaatnya. Apalagi saat ini sudah banyak bank yang menyediakan produk simpanan untuk anak-anak, yang memberi kemudahan proses pembukaan, penyetoran, penutupan, serta hasil yang cukup lumayan. Ini tentunya bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan keuangan bagi anak-anak.
Jika sudah beranjak remaja, ajarkan juga kepada mereka bahwa uang juga bisa dikembangbiakan caranya dengan memperkenalkan mereka pada produk-produk investasi di bank.

7. AJARKAN UNTUK BISA HIDUP MANDIRI

Tanpa sikap mandiri, sulit bagi seseorang untuk mendapatkan penghasilan dan sejahtera secara keuangan. Sebagai orangtua, Anda bisa mulai mengajarkan hal ini kepada anak-anak. Mulailah dengan hal yang paling sederhana. Ajarkan kepada mereka untuk membeli barang atau mainan yang mereka inginkan dengan uang mereka sediri. Pertama-tama, mungkin mereka bisa mengumpulkan sebagian dananya terlebih dahulu, kemudian Anda bisa menambahkan kekurangannya. Ajarkan secara bertahap seperti itu, sampai akhirnya mereka bisa membeli dengan uangnya sendiri. Jika mereka terbiasa seperti ini maka mereka akan terbiasa bersikap mandiri, bukan hanya untuk hal keuangan, tetapi juga untuk hal lainnya. Tanamkan juga kepada mereka membeli sesuatu dari uang mereka sendiri.

8. KANALKAN ANAK PADA PEKERJAAN

Setelah anak-anak mengetahui bagaimana orangtuanya mendapatkan uang, kenalkan juga mereka kepada pekerjaan atau cara berusaha mendapatkan uang. Dengan begitu mereka akan terbiasa untuk berusaha atau bekerja untuk bisa mendapatkan uang atau keinginan mereka, bukan dengan cara meminta kepada orangtuanya. Mereka terhindar dari sifat manja dan tidak kaget ketika harus menghadapi masa depannya.

9. AJARKAN JUGA UNTUK BERBUAT BAIK

Jangan lupa untuk mengajarkan anak-anak untuk berbuat baik kepada orang lain, jika mereka memiliki kelebihan uang. Ajak mereka untuk menyumbang jika dilingkungan rumah Anda ada pengumpulan dana atau jika ada teman dan keluarga yang sakit. Hal ini akan membuat mereka sadar uang memang sangat berharga untuk kelangsungan hidup, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Selain terhindar dari sifat egois, materialistis, anak-anak Anda akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan berbudi luhur.

10. AJARKAN TENTANG RESIKO

Ajarkan juga kepada mereka resiko ada di sekeliling mereka dalam kehidupan ini, termasuk dalam hal keuangan. Karena itu ingatkan mereka untuk berhati-hati dalam memanfaatkannya.
Jika Anda telah memperaktekan langkah-langkah di atas, mudah-mudahan anak Anda akan tumbuh menjadi orang yang pandai dalam menyikapi kehidupan dan masa depannya.





Nara sumber. (Sari Kartikawati).


TAGS


-

Author

Search

Recent Post